NASA Ingin Beli Batu dan Debu dari Bulan

Farah

NASA berencana membeli batu dan debu dari Bulan. Rencana ini bagian dari upaya komersialisasi eksplorasi ruang angkasa.

Jakarta, Indonesia —

NASA berencana untuk membeli batu dan debu dari Bulan yang dikumpulkan oleh perusahaan swasta. Rencana ini langkah terbaru NASA untuk mendorong komersialisasi eksplorasi ruang angkasa.

NASA menyatakan siap membayar sampel batu dan debu dari Bulan dengan berat antara 50 hingga 500 gram. NASA mengatakan akan membayar penuh setelah perusahaan swasta memberikan gambar yang membuktikan sampel tersebut siap diambil dan dialihkan  ke NASA.

Dalam pernyataan resmi, NASA mengatakan tujuan pemerintah AS adalah membuat kebijakan yang akan mendorong dukungan internasional untuk pemulihan publik dan swasta, serta penggunaan sumber daya di luar angkasa.

NASA mengatakan hal ini akan memacu investasi sektor swasta dalam teknologi ruang angkasa yang akan mendorong upaya sains dan eksplorasi lebih jauh, dibandingkan hanya mengandalkan usaha pemerintah.

“Kami tahu kebijakan yang mendukung mengenai pemulihan dan penggunaan sumber daya luar angkasa penting untuk menciptakan lingkungan investasi yang stabil dan dapat diprediksi untuk inovator dan pengusaha ruang komersial,” terang NASA, dikutip dari Business, Minggu (13/9).

Gagasan apakah suatu negara atau swasta dapat memiliki atau menjual sumber daya luar angkasa sesungguhnya masih menjadi bahan perdebatan dalam hukum internasional. 

Perjanjian Luar Angkasa 1969 mengatur soal kepemilikan dan penjualan objek dari luar angkasa. Sedangkan perjanjian Bulan pada 1979 berusaha untuk mengklarifikasi masalah tersebut baru diadopsi oleh 18 negara. Amerika bukan salah satu dari 18 negara tersebut.

Lihat juga:

Asteroid Bahaya Seukuran 2 Kali Monas Lewati Bumi 6 September

Kepala advokat dan penasihat kebijakan senior di Planetary Society Casey Dreier menjelaskan kebijakan baru NASA pada dasarnya menegaskan bahwa di mata pemerintah AS, perusahaan dapat menghasilkan uang dari sumber daya yang mereka kumpulkan.

Hal ini bisa mendorong pemodal ventura dan lainnya untuk berinvestasi lebih banyak dalam teknologi eksplorasi ruang angkasa.

Sebagian perusahaan yang terlibat dalam program Commercial Lunar Payload Services NASA mengandalkan dana NASA untuk mengembangkan robot kecil yang dapat mengirimkan kargo ke permukaan bulan

Kebijakan baru badan antariksa tersebut dianggap dapat memberikan sinyal ke investor bahwa mereka bisa mendapatkan uang dengan memanen batu dari Bulan.

Lihat juga:

Bulan Berkarat Disebut Ahli karena Bumi

Akan tetapi, Dreier juga mencatat tidak ada jaminan bahwa ada keuntungan yang bisa didapat dengan mengumpulkan sampel dari Bulan. 

“Itu semacam eksperimen besar yang sebenarnya kami mulai jalankan sekarang,” kata Drier.

Di sisi lain, Drier mengakui banyak pihak di Amerika Serikat dan luar negeri yang tidak setuju dengan ide kepemilikan benda dari luar angkasa.

Lihat juga:

Satelit Tua NASA Bak Asteroid Jatuh ke Bumi Bukan Ancaman

“Ada konflik dengan model eksploitasi sumber daya komersial. Banyak ekstraksi sumber daya, secara teoritis, dapat merusak aspek pengetahuan ilmiah tentang destinasi ini,” jelasnya. 

Namun, Dreier mengingatkan pentingnya program ilmiah dari eksplorasi luar angkasa yang bisa didorong dengan komersialisasi objek luar angkasa. 

“Anda benar-benar harus berpikir tentang bagaimana Anda memprioritaskan mendapat sebanyak mungkin ilmu dari luar angkasa sebelum Anda mulai melihat eksploitasi komersial yang serius,” pungkas Dreier.

(jnp/bir)

[Gambas:Video ]

Next Post

Gubernur Jabar Bantah Ada Silang Pendapat dengan DKI soal Tarik Rem Darurat

Rapat koordinasi antara DKI, Jawa Barat, Banten, dan Satgas Nasional Covid-19 berlangsung larut semalam. Usai rapat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, tak ada silang pendapat antara kesehatan dan ekonomi. “Tidak ada persilangan pendapat. Tidak ada kubu ekonomi vs kesehatan. Semuanya saling melengkapi dan menguatkan,” kata pria karib disapa Kang […]