Masuk Area Darurat Corona, Taj Mahal Berencana Dibuka Kembali

Farah

Uttar Pradesh, lokasi Taj Mahal, jadi yang paling parah terkena dampak virus corona di India, dengan lebih dari 270 ribu infeksi yang tercatat sejauh ini.

Jakarta, Indonesia —

Objek wisata paling populer di India, Taj Mahal, akan dibuka kembali setelah ditutup lebih dari enam bulan, kata para pejabat pada Selasa (8/9), meski negara itu tengah berjuang melawan lonjakan infeksi virus corona.

India, rumah bagi 1,3 juta jiwa, pada hari Senin (7/9) menggeser posisi Brasil untuk menjadi negara paling terinfeksi ke-dua di dunia dengan lebih dari 4,2 juta kasus virus corona setelah Amerika Serikat.

“Taj Mahal akan dibuka kembali pada 21 September. Semua protokol Covid-19, seperti jarak fisik, masker wajib dipatuhi,” kata wakil direktur Departemen Pariwisata negara bagian Uttar Pradesh, Amit Srivastava, kepada AFP.




Pilihan Redaksi
  • Lala Karmela ‘Terbius’ Agra Fort
  • 7 Destinasi yang Rawan untuk Selfie
  • Keindahan Masjid Berlapis Permata di Abu Dhabi

Pengunjung akan dibatasi hingga 5.000 orang per hari, lebih sedikit dari rata-rata harian biasanya sebanyak 20 ribu orang, tambahnya.

Salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru, makam marmer berkilau di selatan ibu kota New Delhi telah ditutup sejak pertengahan Maret sebagai bagian dari lockdown yang ketat di India.

Uttar Pradesh, lokasi Taj Mahal, jadi yang paling parah terkena dampak virus corona di India, dengan lebih dari 270 ribu infeksi yang tercatat sejauh ini.

India berencana melonggarkan pembatasan perjalanan untuk meningkatkan perekonomiannya, bahkan ketika infeksi terus meningkat.

Sejak Agustus, India telah melaporkan kenaikan kasus dalam satu hari yang tertinggi di dunia.

Taj Mahal dibangun pada abad ke-17 oleh raja Shah Jahan untuk mengenang isteri ketiganya, Mumtaz Mahal, yang meninggal ketika melahirkan.

Bangunan ini selesai pada tahun 1648 setelah dibangun, namun perkiraan lain menyebut komplek pemakaman ini benar-benar selesai pada 1653.

Diperkirakan, komplek yang dirancang oleh sejumlah arsitek yang dipimpin oleh arsitek kerajaan Usman Ahmad Lahauri ini dibangun oleh 20 ribu tukang.

Biaya pembangunan komplek ini diperkirakan mencapai US$827 juta dengan nilai tukar saat ini.

Taj Mahal terletak di kota Agra di sebelah selatan Sungai Yamuna, India.

Komplek itu memiliki luas 17 hektare yang terdiri dari makam, satu masjid dan satu rumah untuk tamu.

(AFP/ard)

[Gambas:Video ]

Next Post

Kota Bogor Belum Berencana Ikuti DKI Terapkan PSBB Total

Jakarta, Indonesia — Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim belum berencana mengikuti langkah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total guna menekan laju kasus Covid-19.  Dedie masih ragu PSBB di Kota Bogor dapat menekan lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. Namun, menurut dia, keputusan DKI yang telah lebih dulu […]