LIVE: Dijajah Utang Sampai Mati

Farah

Live streaming Secret At Newsroom: Dijajah Utang Sampai Mati bersama Faisal Basri, Yustinus Prastowo, dan Ecky Mucharam pada Kamis (13/8) pukul 19.00 WIB.

Jakarta, Indonesia —

Indonesia memilih utang menjadi salah satu pembiayaan untuk menangani pandemi Covid-19. Presiden Jokowi memutuskan hal ini ketika menerbitkan Perppu Corona pada akhir Maret lalu.

Utang memang menjadi masalah dilematis.

Satu sisi, pemerintah belum maksimal mengumpulkan pendapatan negara melalui pajak, namun pengeluaran negara untuk pembangunan kian melonjak. Akhirnya, utang pun menjadi pilihan cepat.

Kini utang di era Pemerintahan Jokowi mencapai Rp5.796 triliun. Walaupun terjadi pergeseran utang dari negara dan lembaga kreditur untuk Indonesia menjadi Surat Berharga Negara, utang tetap menjadi masalah tersendiri.

Menurut lembaga pemeringkat utang internasional Fitch Ratings, Indonesia kian bergantung dengan pembiayaan eksternal namun dengan penerimaan dalam negeri yang rendah. Selain itu, RI dinilai memiliki tata kelola lemah dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara sejawatnya.

Soal utang, Menteri Keuangan Sri Mulyani punya jawabannya.

Dia menyatakan hampir seluruh negara dengan penduduk mayoritas Islam pun berutang demi menjaga stabilitas perekonomian. Beberapa negara yang dimaksud, antara lain Arab Saudi, Qatar dan Afghanistan. Tak terkecuali RI.

“Kalau teman-teman yang suka pakai (contoh) negara Islam, Mau (Arab) Saudi, UAE, Qatar, Maroko, Pakistan, Afghanistan, Kazakhstan,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Namun persoalan lainnya pun mengiringi: Penyaluran yang tepat dan beban utang.

Sejumlah kritik mengatakan apakah utang yang dikeluarkan pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat paling bawah atau tidak. Lantas bagaimana dengan beban pembayaran utang di masa mendatang? Benarkah utang ribuan triliun itu akan menjadi beban sejarah sekaligus masa depan bagi generasi berikutnya?

Di tengah ancaman resesi bahkan depresi, utang menjadi kian politis karena selalu dikritik sejumlah anggota parlemen.

Dan jika mengacu pada pernyataan Jokowi pada 2014 lalu-pertama kali dia terpilih sebagai presiden-justru emoh berutang terucap di bibirnya saat itu.

“Ya penggunaan APBN itu secara efisien dan tepat sasaran. Tidak perlu ngutang.”

Untuk membahas permasalahan ini, Indonesia.com akan menayangkan live streaming diskusi Secret At Newsroom (SETROOM) Episode 7: Dijajah Utang Sampai Mati bersama narasumber:

1. Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan
2. Faisal Basri, Peneliti Senior Indef
3. Ecky Muharram (PKS)/Dolfie OFP (PDIP)

Live streaming akan dimulai pukul 19.00 WIB di situs Indonesia.com pada hari ini, Kamis (13/8).

(vws)

Next Post

Ditemukan Kasus Transmisi Lokal, Pulau Kundur di Karimun Jadi Zona Merah Covid-19

Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Kecamatan Pulau Kundur sebagai zona merah Covid-19 bersamaan ditemukan kasus transmisi lokal di wilayah tersebut. “Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa Pulau Kundur masuk zona merah penyebaran Covid-19,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Karimun, Rabu (12/8). Kendati begitu, Rafiq mengaku belum mengambil kebijakan […]