KBRI Libanon Minta WNI Aktif Lapor Usai Ledakan Beirut

Farah

Kedutaan Besar RI untuk Libanon meminta seluruh warga Indonesia yang berada di Beirut untuk segera melapor diri menyusul ledakan besar di Beirut.

Jakarta, Indonesia —

Kedutaan Besar RI untuk Libanon meminta seluruh warga Indonesia yang berada di Beirut untuk segera melapor diri menyusul ledakan besar yang terjadi di ibu kota pada Selasa (4/8) petang.

Setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat tersebut. Pihak berwenang Libanon menuturkan korban tewas dan terluka masih dapat terus bertambah menyusul evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.

Duta Besar RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Tohari, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan simpul-simpul WNI melalui pesan WhatsApp dan mengimbau mereka untuk segera melapor jika berada dalam situasi tidak aman.

“KBRI Beirut telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI,” kata Hajriyanto melalui rilis yang diterima Indonesia.com pada Rabu (5/8).

Sejauh ini, satu WNI dilaporkan terluka akibat ledakan. WNI berinisial NNE itu telah dirawat di rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil.

Hajriyanto menuturkan berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

Sementara itu, secara terpisah, Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Libanon, Hamzah Assuudy Lubis, melalui akun Instagram mengatakan sejauh ini mahasiswa RI di Libanon yang berjumlah 65 orang dalam keadaan aman.

Sejauh ini, pihak berwenang Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, sumber ledakan berasal dari sebuah gudang di dekat pelabuhan ibu kota yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Sebelum insiden terjadi, kebakaran dilaporkan terjadi di gudang tersebut.

Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

Lihat juga:

Ledakan Libanon, #PrayForLebanon Menggema #Beirut Trending

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

(rds/asa)

[Gambas:Video ]

Next Post

Pasien Positif di Klaster Secapa AD Berkurang 16 Orang, Tinggal 172 Kasus

Jumlah siswa terpapar virus Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Kota Bandung, terus mengalami pengurangan. Hari ini sebanyak 16 pasien dinyatakan negatif Covid-19. “Hasil Lab PCR dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sejak Selasa 4 Agustus sampai dengan pagi ini Rabu 5 Agustus, ada 16 pasien […]