Jumlah Turis Asing Tahun Ini Diprediksi Cuma 4 Juta

Farah

Kemenparekraf memprediksi jumlah turis asing tahun ini cuma 15 persen dari target 28 juta, yaitu 4 juta.

Jakarta, Indonesia —

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Sungkari memprediksi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun ini hanya mencapai 4 juta orang.

Angka tersebut terpaut jauh dari target 28 juta wisman yang dipatok pemerintah sebelum pandemi covid-19. Atawa, berarti 15 persen dari target.

Penurunan jumlah kunjungan juga terjadi kepada wisatawan nusantara (wisnus) yang diperkirakan hanya akan berkisar di 140 juta kunjungan atau jauh dari target 310 juta kunjungan hingga akhir tahun.

Menurut Hari, kunjungan wisatawan mancanegara akan kembali ke angka 18 juta pada 2024 atau 2025 mendatang sementara angka kunjungan wisatawan nusantara akan kembali normal hingga 310 juta pada 2023.

“Harusnya sebelum ada covid-19 adalah 18 juta (wisman) dulu. Sekarang tahun ini sekitar 2,8-4 juta wisatawan. Begitu juga wisatawan domestik yang diperkirakan 310 juta hanya akan ada terjadi 140 juta,” ujarnya dalam video conference, Jumat (7/8).

Lantaran itu lah, menurut Hari, yang terpenting untuk mendorong kembali sektor pariwisata saat ini menggenjot sebanyak-banyaknya pengeluaran masyarakat  ke destinasi pariwisata.

Lihat juga:

Erick: Jokowi Minta Ekonomi Jangan Minus Lagi

Jika jumlah kunjungan masih minim, maka pemerintah perlu untuk menghubungkan jasa pariwisata dalam membelanjakan anggarannya.
 
“Salah satunya kita mulai dari kegiatan pemerintah dilakukan di hotel dan restoran. Minimal seluruh kementerian di bawah Kemenko Maritim dan Investasi kita sudah sepakat dan komit untuk melakukan kegiatan di hotel sehingga bisa menggerakkan ekonomi khususnya sektor pariwisata,” kata Hari.

Di samping itu, untuk memastikan titik balik (rebound) sektor pariwisata, pemerintah juga akan membangun Creative Hub di lima destinasi super prioritas (DSP) untuk mendorong peran industri kreatif terhadap pemulihan sektor pariwisata.

Lihat juga:

Erick Thohir Deg-degan Siapkan 380 Juta Dosis Vaksin Corona

Pembangunan Creative Hub rencananya terus bakal berlanjut hingga 2021. Di tahun ini telah dibangun Creative Hub Semarang yang kini dalam tahap pengusulan dua lokasi untuk dibangun Galeri Industri Kreatif (GIK) sebagai ruang pembentukan ide dan Gedung Oudetrap sebagi ruang ekspresi.

Di luar itu, ada Creative Hub Labuan Bajo yang sampai saat ini pengerjaannya masih pada pembuatan desain interior bangunan dengan progres 60 persen. Kemudian, akan ada Creative Hub Samosir yang kini dalam tahap penentuan lokasi pembangunan. 

Rencananya, lokasi pertama akan dilakukan di Sigulatti, yang termasuk dalam komplek geopark. Sementara kedua di Pangururan yang bersebelahan dengan lokasi cafe dan basecamp Samosir Coffee Sinergi.

[Gambas:Video ]

(hrf/bir)

Next Post

Tutup Pertengahan Tahun, Telkom Catatkan Laba Bersih Rp 10,99 Triliun

Menutup pertengahan tahun 2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp 66,9 triliun dengan laba bersih Rp 10,99 triliun. EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) semakin menguat dengan pertumbuhan 8,9 persen YoY menjadi Rp 36,08 triliun dan margin EBITDA yang tumbuh 6,2 ppt menjadi […]