Jelang Persalinan, Ibu Hamil Perlu Screening Covid-19

Farah

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu serta bayi dalam kandungan dan mengurangi risiko penularan Covid-19.

Jakarta, Indonesia —

Pandemi Covid-19 memicu berbagai perubahan, termasuk dalam proses persalinan. Ibu hamil disarankan untuk melakukan screening atau pemeriksaan Covid-19 jelang waktu persalinan.

Ahli ginekologi Nina Martini Somad mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada standar tertentu mengenai pelaksanaan screening atau pemeriksaan Covid-19 bagi ibu hamil. Namun, biasanya ibu hamil akan melakukan pemeriksaan Covid-19 pada awal dan akhir semester kehamilan.

“Menjelang proses persalinan, ibu hamil disarankan untuk melakukan screening Covid-19,” ujar Nina dalam keterangan tertulis Primaya Hospital yang diterima Indonesia.com, akhir pekan lalu.

Khusus ibu hamil yang akan melakukan persalinan disarankan untuk melakukan screening Covid-19 pada minggu ke-28 kehamilan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Sementara untuk ibu hamil yang akan melakukan persalinan dengan metode operasi caesar disarankan untuk melakukan pemeriksaan satu pekan sebelum hari pelaksanaan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 pada bayi dan tenaga medis yang bertugas.

Jika hasil screening menemukan adanya indikasi ke arah Covid-19, maka proses persalinan dilakukan sesuai standar persalinan Covid-19. Umumnya, kata Nina, ibu hamil akan disarankan untuk melakukan operasi caesar demi mengurangi risiko penularan.

Lihat juga:

Aturan Melahirkan di Masa Pandemi Covid-19 dari Kemenkes

“Risiko penularan pada persalinan normal akan lebih besar. Droplet [dari sang ibu] akan mudah tersebar,” kata Nina.

Namun, jika jarak antara screening berdekatan atau bertepatan dengan pembukaan lengkap dan mengharuskan sang ibu melakukan persalinan normal saat itu juga, maka sang ibu akan melakukan persalinan normal khusus Covid-19.

“Biasanya, sang ibu akan diberikan tirai atau sekat standar medis di tengah badan untuk memisahkan bagian atas dan bagian bawah badan sang ibu untuk menekan risiko penyebaran droplet saat mengejan,” kata Nina.

Selain itu, proses menyusui dini sesaat setelah bayi lahir juga tak disarankan bagi ibu yang terpapar Covid-19. Bayi dari ibu yang terpapar Covid-19 akan dipisahkan dengan bayi lainnya untuk dilakukan peninjauan kesehatan lebih lanjut.

(asr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Ratusan Santri Positif Covid, Banyuwangi Karantina Pesantren

Jakarta, Indonesia — Salah satu pondok pesantren di Banyuwangi, Jawa Timur, dikarantina massal usai menjadi klaster penyebaran virus corona (covid-19). Akses jalan menuju ponpes ditutup dan tidak boleh ada pihak yang keluar masuk. “Selama karantina di lingkungan pondok, tidak boleh ada yang keluar masuk kecuali petugas kesehatan dan logistik,” ucap Komandan […]