Honda HR-V Diuji Jalan di Thailand

Farah

Honda HR-V baru menghadapi uji coba jalan di Thailand. Mobil masih menggunakan stiker hitam putih untuk mengaburkan identitasnya.

Jakarta, Indonesia —

Honda HR-V baru dikabarkan akan mengalami perubahan. Model terbaru HR-V disebut akan diluncurkan akhir tahun ini atau paling lama kuartal I 2021.

Sebelum waktu peluncurannya tiba, sejumlah foto diduga HR-V baru pun beredar di dunia maya. Dalam tangkapan mata lensa, mobil tengah menghadapi uji coba jalan di Thailand. Mobil berdaya tampung lima penumpang ini masih menggunakan stiker hitam putih untuk mengaburkan identitasnya.

Dari foto-foto tersebut terlihat sejumlah perubahan di bagian eksterior. Misalnya pada bagian depan meliputi desain gril segi enam, lampu utama LED dibuat menyipit, dan lampu belakang yang sudah mengalami revisi mengutip Carwale, Rabu (16/9).




[Gambas:Instagram]

Desain bodi HR-V secara keseluruhan tampak masih dipertahankan. Konsumen disebut sumber internal Honda masih menyukai desain bodinya yang seperti peluru.

Rumor yang beredar mengutip Rushlane, HR-V 2021 akan tersedia dilengkapi mesin turbo 1.000 cc untuk melengkapi mesin 1.500 cc dan 1.800 cc yang saat ini dilempar ke pasar.

Di Indonesia, HR-V menjadi mobil andalan Honda Prospect Motor (HPM). Namun sejauh ini HPM belum memberikan isyarat peluncuran HR-V terbaru di Tanah Air karena masih menghadapi pandemi Covid-19.

Terakhir kali Honda Indonesia menyegarkan produk ini hanya berupa penyegaran penambahan aksesori. Mobil ini memiliki sejumlah rival di Indonesia antaranya Kia Seltos hingga MG ZS.

HR-V dipasarkan di Indonesia dengan harga mulai Rp297 juta sampai Rp415,7 juta.

(ryh/mik)

[Gambas:Video ]

Next Post

Ahok Sindir Peruri Minta Rp500 M untuk Paperless Pertamina

Jakarta, Indonesia — Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan kekesalannya soal BUMN Perum Peruri. Pasalnya, perusahaan percetakan uang ini diduga meminta dana Rp500 miliar untuk proses paperless di Pertamina. “Saya lagi paksakan tandatangan digital. Tapi Peruri masa minta Rp500 miliar untuk proses paperless di Pertamina. Itu BUMN juga. […]