Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Jadi Presidium KAMI

Farah

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia sudah memiliki tiga presidium dalam daftar pengurus KAMI, yakni Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin.

Jakarta, Indonesia —

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 Rochmat Wahab, serta Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin terpilih menjadi presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Demikian disampaikan Din saat dikonfirmasi Indonesia.com seputar nama-nama dalam daftar pengurus KAMI yang beredar di media sosial. Menurutnya, kepengurusan KAMI yang sudah terbentuk sejauh ini baru di tingkat presidium dan komite eksekutif.

“Masih dalam proses [pembentukan struktur pengurus]. Baru ada Presidium Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, [dan] Din Syamsuddin, dan komite eksekutif,” kata Din, Jumat (4/9).

Din membenarkan bahwa susunan anggota di jajaran Komite Eksekutif, sebagaimana yang telah beredar di media sosial di mana akan diisi tokoh-tokoh seperti Ahmad Yani, Hafid Abbas, Syahganda Nainggolan, Chusnul Mariyah, Jumhur Hidayat, Dian Fatwa, Adhie Masardi, dan Bambang Sutedjo.

Ketua MPR Zulkifli Hasan seusai melakukan pertemuan dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Komplek Parlemen Senayan. Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018. Indonesia/Adhi Wicaksono.Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjabat presidium dalam daftar pengurus KAMI Foto: Indonesia/Adhi Wicaksono

Menurutnya, Komite Eksekutif KAMI masih kekurangan satu anggota lagi setelah pihaknya memindahkan mantan anggota DPD Marwan Batubara ke jabatan Koordinator Komite Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup.

“Selain Komite Eksekutif, yang lain belum final. Komite Eksekutif kurang satu orang,” ujarnya.

Sebelumnya, Marwan mengklarifikasi nama-nama pengurus gerakan KAMI yang beredar di media sosial. Namun begitu, ia tidak membeberkan nama-nama yang benar dan yang salah secara rinci. Marwan hanya mengaku bahwa dirinya benar menjadi penanggung jawab di Komite SDA dan Lingkungan Hidup.

“Mungkin ada yang betul, ada yang enggak,” kata dia, kepada Indonesia.com, Kamis (3/9).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/9). Kedatangannya ke Istana terkait pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjabat presidium dalam daftar pengurus KAMI. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/18
Lihat juga:

Arteria Dahlan: Harusnya Orang Minang Bangga dan Menjaga Puan

Marwan berkata bahwa daftar pengurus tersebut sebenarnya bukan untuk disebarkan ke publik. Ia pun mencurigai pihak tertentu telah menyebarkan daftar pengurus KAMI itu dengan niat yang tidak baik.

“Sebetulnya itu bukan untuk disebar ke luar, ada yang membocorkan dengan sengaja tapi mungkin bukan dengan niat baik yang kita khawatirkan,” katanya.

Marwan pun menyampaikan bahwa keberadaan KAMI seharusnya diartikan untuk melakukan koreksi karena lembaga yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap pemerintah sudah sangat menjadi bagian dari oligarki kekuasaan.

“Ini tanggung jawab moral juga, kita tidak boleh melihat ada penyelewengan kita diam,” ujarnya.

Selain itu, KAMI Jawa Barat juga akan melakukan deklrasi di Bandung pada Senin (7/9) mendatang. KAMI Jawa Barat juga sudah memiliki presidium. Mereka yang masuk dalam daftar pengurus KAMI antara lain, Radhar Tribaskoro, M. Rizal Fadillah, Syafril Sjofyan, Erry Nirbaya dan Robi Win Kadir

(mts/fra)

[Gambas:Video ]

Next Post

Cara Jokowi-Duterte Atasi Covid, Negara ASEAN Paling Terpapar

Jakarta, Indonesia — Indonesia dan Filipina menjadi negara paling terpapar parah virus corona di Asia Tenggara. Berdasarkan data statistik Wolrdometer Jumat (4/9) Filipina memiliki kasus Covid-19 tertinggi dengan 228.403 dan 3.688 kematian. Sementara angkat kematian corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan 7.750 korban, serta 184.268 kasus positif. Dari angka […]