Gara-gara Setien, Koeman Tak Bisa Dampingi Barcelona

Farah

Pelatih baru Barcelona Ronald Koeman tidak bisa mendampingi tim saat melakoni laga di Liga Spanyol lawan Villarreal, 27 September.

Jakarta, Indonesia —

Pelatih baru Barcelona Ronald Koeman tidak bisa mendampingi tim saat melakoni laga di Liga Spanyol lawan Villarreal, 27 September. Koeman terkendala urusan administrasi karena pemutusan kontrak Quique Setien belum rampung.

Koeman diplot untuk menukangi Barcelona tidak lama setelah Barcelona dibantai Bayern Muenchen 2-8 di perempat final Liga Champions, Agustus lalu. Kekalahan memalukan itu berujung pemecatan kepada Setien.

Setelah itu, Koeman masuk sebagai suksesor Setien. Pelatih asal Belanda itu pun sudah mendampingi Lionel Messi dkk dalam dua laga uji coba kontra Gimnastic Tarragona dan Girona.

Kendati sudah mendampingi tim di laga uji coba, proses administrasi Koeman sebagai pelatih baru Blaugrana belum rampung. Hal ini dikarenakan urusan Barcelona dengan Setien belum selesai.

Menurut kabar El Partidazo de COPE dilansir Marca, Setien dan Barcelona belum mencapai kata sepakat terkait beberapa hal dalam pemutusan kontraknya yang berlangsung hingga 30 Juni 2021. Situasi ini membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) belum mengakui Koeman secara resmi sebagai pelatih anyar Barcelona.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

RFEF bahkan masih belum menghapus nama Setien dari daftar pelath Barcelona.

Lihat juga:

Dua Masalah Pelik Liverpool Jelang Lawan Chelsea

Absennya Koeman pada laga pertama Barcelona di Liga Spanyol musim ini tentu sebuah kerugian. Pasalnya, tim Catalan membutuhkan sosok pelatih di pinggir lapangan yang akan mengatur taktik permainan tim.

Koeman sendiri kontrak oleh Barcelona selama dua atau hingga 30 Juni 2022. Kehadiran Koeman diharapkan bisa mengembalikan kehebatan Barcelona yang gagal meraih satu pun gelar pada musim lalu.

(jal/ptr)

[Gambas:Video ]

Next Post

Komisi X PAN Sebut Pakta Integritas UI Bentuk Kampus Otoriter

Jakarta, Indonesia — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zainuddin Maliki menilai pakta integritas yang diwajibkan bagi mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) menunjukkan kampus mulai otoriter. “Disadari atau tidak, perguruan tinggi ini tengah berada di tengah jalan menuju kampus otoriter. Seharusnya kampus apalagi UI, sebagai kampus […]