Fakta Baja yang Disebut-sebut di Video Corona Anji-Hadi

Farah

Pada video Anji dan Hadi yang membicarakan soal corona sempat menyinggung baja yang disebut meleleh di suhu 350 derajat Celcius, berikut faktanya.

Jakarta, Indonesia —

Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji mendadak menjadi sorotan usai membuat video wawancara dengan Hadi Pranoto, seseorang yang mengklaim sebagai ahli mikrobiologi dan menemukan obat virus corona (Covid-19). Wawancara ini banyak menimbulkan pertentangan salah satunya mengenai baja. 

Dalam cuplikan video yang versi lengkapnya telah dihapus Youtube itu memperlihatkan Anji dan Hadi membahas tentang virus corona SARS-CoV-2 dapat mati dalam suhu panas tertentu. Menurut Hadi virus corona dapat mati di atas panas 350 derajat.

“Baja meleleh dong?” tanya Anji kepada Hadi dalam video. 


“Seperti itu melebihi kekuatan baja. Kalau kita bakar baja meleleh, kalau Covid-19 itu masih ketawa,” timpal Hadi.


Penjelasan Hadi langsung memperoleh respons sejumlah pihak lantaran tidak tepat, terlebih soal titik leleh baja. Indonesia.com mencoba rangkum fakta-fakta seputar baja termasuk titik leleh yang tepat bagi material itu.


Titik Leleh Baja


Mengutip Marlinwire, dari berbagai macam tipe baja, material ini memiliki titik leleh berbeda-beda namun pada rentang suhu 1.375 derajat celcius hingga 1.530 derajat celcius. Titik leleh ini berbeda seperti apa yang disampaikan Hadi pada video Anji.

Material Pembuatan Baja

Baja dibuat dengan sejumlah material. Di dalam baja mengandung besi, kurang dari dua persen karbon, satu persen mangan, sejumlah kecil silikon, fosfor, sulfur, dan oksigen. 

Melansir Worldsteel, baja merupakan material padat terpenting untuk kebutuhan konstruksi di dunia. Bagi kehidupan sehari-hari, material baja banyak digunakan pada konstruksi kendaraan, kapal, bahkan pisau bedah, menurut worldsteel.


Jauh Lebih Kuat dari Besi

Melansir situs kaempfandharris, baja 1.000 kali lebih kuat dari besi dalam bentuk paling murni.


Daur Ulang Baja

Kekuatan baja dikatakan tak akan hilang meski tak didaur ulang. Tak heran hampir 69 persen baja didaur ulang di Amerika Utara, sementara lebih dari 80 juta ton baja didaur ulang di Amerika Utara setiap tahunnya.


Lihat juga:

SAFEnet: Anji Kurang Riset Sebelum Wawancara Hadi soal Corona

Pembuatan Baja


Baja diproduksi melalui dua model yakni blast furnace-basic oxygen furnace (BF-BOF) dan rute electric arc furnace (EAF).  Masing-masing model produksi yang membedakan bahan bakunya.

BF-BOF ini didominasi bijih besi, batu bara, dan baja daur ulang, sedangkan rute EAF baja yang sebagian besarnya didaur ulang.  


Produksi Baja Tahunan


Baja diminati sejumlah industri, sehingga tidak heran produksi tahunannya cukup tinggi. Data worldsteel menyebutkan pada 2019 produksi baja mentah dunia mencapai 1.888,8 juta ton selama tahun lalu.


Baja Dapat Memuai


Sama dengan besi, baja juga dapat memuai. Ini dapat dibuktikan melalui bangunan ikonik, Menara Eiffel yang kontruksinya menggunakan baja jadi lebih tinggi enam inci saat musim panas dari pada musim dingin di Prancis.

Baja di Gedung Pencakar Langit

Baja pertama kali digunakan untuk gedung pencakar langit pada 1884 bakal Home Insurance Building di Chicago. Kemudian bangunan baja modern antaranya The Empire State Building (1930) di New York dan US Steel Tower  (1971)  di Pittsburgh.

Lihat juga:

Sejarah Suburnya Hoaks Saat Pandemi Baru

(ryh/DAL)

[Gambas:Video ]

Next Post

Inggris Mulai Wajibkan Penggunaan Masker di Bioskop

Jakarta, Indonesia — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mewajibkan seluruh pengunjung dan petugas mengenakan masker ketika berkunjung ke bioskop. Peraturan tersebut dibuat karena pihak bioskop tak mewajibkan pengunjung mengenakan masker. “Kami memperluas kewajiban mengenakan masker untuk tempat-tempat tertutup seperti museum, galeri, bioskop dan tempat ibadah. Penggunaan masker diharuskan dan berlaku mulai […]