China Sebut Tak Semua Warga Dapat Vaksin Corona

Farah

China menyatakan tidak semua orang di negaranya akan mendapat vaksin corona. China meyakini tidak semua warga perlu mendapat vaksinasi.

Jakarta, Indonesia —

Pemerintah China menyatakan tidak semua orang di negaranya akan mendapat vaksin corona. China memprioritaskan pekerja di garis depan dan kelompok berisiko tinggi yang disuntik vaksin Covid-19.

“Sejak gelombang pertama Covid-19 muncul di Wuhan, China telah beberapa kali selamat dari dampak Covid-19,” kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, Gao Fu pada pertemuan puncak vaksin di kota Shenzhen dikutip , Selasa (15/9).

Pertanyaan soal memvaksinasi publik adalah salah satu dari menyeimbangkan risiko dan manfaat, merujuk pada faktor-faktor seperti biaya dan potensi efek samping.

“Saat ini tidak ada kebutuhan untuk vaksinasi massal, meskipun itu bisa berubah jika terjadi wabah serius lainnya,” ucap dia.

Dia menyebut pekerja di garis depan yang mendapat prioritas yakni pekerja medis, serta warga China yang bekerja di negara lain dengan kasus corona tinggi.

Selain itu diprioritaskan untuk orang-orang yang bekerja di lingkungan padat dan berisiko tinggi seperti restoran, sekolah atau layanan kebersihan.

Pada hari Sabtu, Komisi Kesehatan Nasional China hanya mencatat 10 kasus baru yang dikonfirmasi dengan gejala, seluruhnya berasal dari luar negeri.

Lihat juga:

WHO Catat Rekor Corona Global, 307.930 Kasus Sehari

Komisi juga melaporkan 70 kasus tanpa gejala yang dihitung secara terpisah yang juga berasal dari luar negeri. 

Kebijakan vaksin China itu jauh berbeda dari banyak pemerintah Barat, terutama Australia, yang telah menguraikan rencana untuk memperkenalkan program vaksinasi publik massal.

China dalam beberapa bulan ini berhasil menekan angka kasus corona tetap rendah, meski ada beberapa penambahan daerah di timur laut provinsi Jilin pada Mei. Kemudian wabah di Beijing pada bulan Juni, dan lainnya di ibu kota Xinjiang, Urumqi pada Juli.

Lihat juga:

WHO Peringatkan Eropa Akan Hadapi Lonjakan Kematian Corona

Peningkatan kasus tersebut langsung ditanggapi dengan tindakan penguncian, pengujian massal, sehingga wabah dapat diatasi dalam beberapa pekan.

Gao menyatakan cara penanganan yang dilakukan China itu sebagai bukti bahwa negaranya berhasil dan serius menangani corona.

(dea)

[Gambas:Video ]

Next Post

BPS: Neraca Dagang RI Surplus US$2,33 pada Agustus 2020

Jakarta, Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,33 miliar secara bulanan pada Agustus 2020. Realisasi tersebut lebih rendah dari surplus US$3,26 miliar pada Juli 2020, namun lebih tinggi dari surplus US$85,1 juta pada Agustus 2019.  Secara total, neraca perdagangan surplus US$11,05 miliar pada Januari-Agustus 2020. Realisasi […]