Cara Jokowi-Duterte Atasi Covid, Negara ASEAN Paling Terpapar

Farah

Indonesia dan Filipina menjadi negara paling terpapar parah virus corona di Asia Tenggara.

Jakarta, Indonesia —

Indonesia dan Filipina menjadi negara paling terpapar parah virus corona di Asia Tenggara.

Berdasarkan data statistik Wolrdometer Jumat (4/9) Filipina memiliki kasus Covid-19 tertinggi dengan 228.403 dan 3.688 kematian.

Sementara angkat kematian corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan 7.750 korban, serta 184.268 kasus positif.

Dari angka tersebut tercatat 132.055 orang sembuh di Indonesia. Sedangkan di Filipina pasien sembuh mencapai 159.475 orang.

Jokowi dan Duterte punya cara masing-masing dalam menangani pandemi virus corona di negaranya.

Kasus corona di Indonesia pertama kali diumumkan oleh pemerintah pada 2 Maret 2020. Presiden Jokowi yang menyampaikan langsung kasus ini di Istana Negara.

Filipina lebih dulu mengonfirmasi kasus corona yakni sekitar medio Januari.

Lockdown vs PSBB

Usai berjibaku dengan terus bertambahnya angka kasus positif di masing-masing negara, baik Duterte maupun Jokowi mulai mengambil langkah guna memutus mata rantai penularan virus corona.

Duterte mengambil kebijakan untuk menutup total kegiatan alias lockdown kota-kota. Sang presiden yang awalnya tidak begitu ambil pusing pada kasus corona tetap dibuat kelimpungan setelah mengungkap bahwa dana mulai menipis karena corona.

Duterte bahkan pernah mengancam untuk menerapkan darurat militer di negaranya jika warga melanggar aturan lockdown yang telah dibuat.

“Saya hanya meminta Anda disiplin. Jika Anda tidak mau, militer dan polisi akan mengambil alih. Saya memerintahkan polisi dan militer untuk menegakkan jarak sosial dan jam malam,” ujar Duterte dalam pidato.

Mengutip Associated Press, ia mengatakan militer dan polisi akan turun tangan jika sebelum 30 April semakin banyak pelanggaran selama diberlakukan penguncian wilayah.

“Aturan ini berlaku seperti darurat militer. Negara terpaksa melakukan ini karena Anda tidak menunjukkan disiplin,” ujarnya .

Indonesia tidak jauh beda dengan Filipina. Beberapa pejabat negara awalnya berkata corona tidak berbahaya. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pernah bilang hanya orang sakit yang perlu menggunakan masker.

Namun di kemudian hari pernyataan tersebut direvisi seiring dengan keluarnya rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mewajibkan setiap orang menggunakan masker saat di luar rumah.

Alih-alih mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk melakukan langkah lockdown, Jokowi dan para anak buahnya memilih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

Jokowi bilang enggan melakukan lockdown karena karakteristik tiap negara berbeda dan itu akhirnya menjadi pertimbangan dia menerapkan PSBB.

“Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak dilakukan. Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda, budaya yang berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda, oleh sebab itu kita tidak memilih jalan itu,” ujar Jokowi, Selasa (24/3).

Longgarkan Pembatasan

Perekonomian Indonesia dan Filipina ikut terdampak pandemi, sama seperti negara lain di seluruh dunia. Pembatasan-pembatasan yang dilakukan mulai menghambat produktivitas dan penghasilan banyak industri.

Seiring beberapa negara di dunia menerapkan new normal, Indonesia dan Filipina mulai mengadaptasi hal serupa. Jokowi bahkan pernah meminta masyarakat untuk berdamai dengan virus corona.

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata Jokowi, Kamis (7/5).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung soal kebijakan PPSBB yang diambil pemerintah dalam memerangi Covid-19. Jokowi mengatakan, Indonesia beruntung lantaran bukan lockdown atau karantina wilayah yang dipilih untuk memerangi corona.

Jokowi mengatakan, dengan adanya PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas meski terdapat pembatasan di beberapa hal. Lagi pula, upaya pembatasan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini memang harus terus dilakukan.

Lihat juga:

Brasil Tak Wajibkan Warga Suntik Vaksin Corona

Pemerintah masing-masing negara pun mulai membuka diri pada opsi untuk melonggarkan tiap pembatasan. Adapun Filipina adalah negara yang pertama melakukannya. Beberapa kota strategis seperti Manila mulai dilonggarkan oleh Duterte.

Sementara Indonesia, Pemerintah Pusat memberikan kebebasan pada tiap pemerintah daerah untuk mengambil apa kebijakan yang perlu. Dibukanya kegiatan ekonomi membuat kasus corona melonjak. Kasus corona dilaporkan di sejumlah perkantoran di Jakarta. Bahkan kantor dan pabrik menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Upaya vaksinasi

Dunia meyakini penularan virus corona hanya bisa dihentikan lewat vaksin, begitu pula dengan Indonesia dan Filipina.

Keduanya mulai berupaya menemukan atau mencari cara untuk mendapatkan vaksin corona dengan terus berjibaku pada kenyataan kasus positif tetap terus bertambah seiring berjalannya hari.

Indonesia menggandeng industri swasta kenamaan Biofarma untuk membuat vaksin hingga bekerjasama dengan beberapa negara tetangga.

Jokowi menegaskan ada komitmen pengadaan 20-30 juta vaksin corona pada akhir tahun ini. Vaksin tersebut sudah dalam bentuk produk jadi.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: Indonesia/Fajrian

“Alhamdulillah sudah dapat komitmen 20 juta-30 juta vaksin pada akhir 2020. Ini dalam bentuk barang jadi,” ucap Jokowi dalam video conference, Selasa (1/9).

Kemudian, pemerintah juga sudah memiliki komitmen bahwa ada pengadaan vaksin sebanyak 290 juta hingga akhir 2021. Ia bilang Indonesia dan negara lain saat ini sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin virus corona.

Di sisi lain, Duterte mengambil langkah untuk percaya dengan vaksin yang telah selesai dibuat dan diuji klinis oleh Rusia. Dia bahkan bersedia menjadi ‘kelinci percobaan’ untuk vaksin virus corona Rusia yang kontroversi, Sputnik V.

Lihat juga:

AS Tak Mau Gabung Program Vaksinasi Global Corona WHO

“Saya akan menjadi orang pertama yang diujicobakan,” kata Duterte, Senin (10/8) atau sehari sebelum Rusia resmi mendaftarkan vaksin tersebut.
Rusia mengumumkan telah menyetujui penggunaan vaksin virus corona, Selasa (11/8) .

Namun tidak sedikit pihak yang meragukan terobosan Rusia itu, termasuk WHO sendiri. Berbeda dengan Duterte.

Duterte mengaku sangat percaya vaksin buatan Rusia itu efektif memberikan kekebalan untuk mencegah penularan Covid-19.

(ndn/dea)

[Gambas:Video ]

Next Post

Loyal Markets on the FX Market and AI Technology

Belize City, Belize – With forex trading growing in popularity along with the artificial intelligence revolution, companies like Loyal Markets are playing its part in helping the industry realise the full potential of artificial intelligence in trading. Both the forex and technology industries are changing and accelerating at an unprecedented rate. […]