Berwisata Sambil Berolahraga di Banyuwangi

Farah

Tak cuma wisata alam, kawasan yang mendapat julukan 'Sunrise of Java' ini juga memiliki beberapa atraksi wisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Jakarta, Indonesia —

Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah terluas di Jawa Timur, bahkan yang paling luas di Pulau Jawa. Lanskap wilayahnya lengkap meliputi pegunungan, hutan, dan pantai.

Hal ini membuat Banyuwangi kaya akan pesona alam yang menakjubkan, bahkan menjadi destinasi liburan favorit #DiIndonesiaAja.

Namun tak cuma wisata alam, kawasan yang mendapat julukan ‘Sunrise of Java’ ini juga memiliki beberapa atraksi wisata berbasis olahraga atau yang akrab disebut sport tourism. Tak heran jika Banyuwangi disebut sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.




Salah satu agenda sport tourism andalan di Banyuwangi adalah Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Ajang balap sepeda yang sudah digelar sebanyak delapan kali ini, selalu menarik minat ratusan pebalap sepeda dari berbagai negara.

TdBI kerap disebut sebagai ajang balap dengan grade 2.2 ini yang masuk dalam daftar terbaik di Indonesia.

Predikat tersebut tak berlebihan karena rute yang ada di Banyuwangi terbilang komplet, mulai dari medan flat nan mulus yang memanjakan para sprinter, hingga tanjakan yang sangat digemari pebalap dengan tipikal climber.

Tapi jauh sebelum TdBI menjadi primadona di sektor sport tourism, Banyuwangi lebih dulu dikenal oleh para surfer dari seluruh penjuru dunia yang mendambakan ombak tak bertepi.

Mereka rela menembus lebatnya hutan di Taman Nasional Alas Purwo sejak medio 1970-an, untuk menuju tempat yang mereka sebut G-Land.

wisata banyuwangi, dok kemenparFoto: dok kemenpar
Wisata G-Land di Pantai Plengkung, Banyuwangi. Pantai ini memiliki gulungan ombak yang patut dicoba peselancar profesional.

G-Land adalah julukan dari para surfer luar luar negeri untuk Pantai Plengkung. Pantai ini memiliki gulungan ombak dengan rata-rata tujuh baris hingga diberi julukan “The Seven Giant Waves Wonder”.

Jika berkunjung di waktu yang tepat, antara April sampai September, maka para peselancar bisa ‘menunggangi’ ombak setinggi delapan meter dengan panjang mencapai 2 kilometer.

Hal ini membuat G-Land tidak direkomendasikan untuk dijajal oleh surfer pemula. Tapi tak usah khawatir jika kemampuan berselancar Anda belum mumpuni namun ingin menjajal ombak Banyuwangi, karena ada sebuah tempat yang bisa menampung hasrat berselancar Anda bernama Pantai Pulau Merah.

Pantai Pulau Merah cukup aman untuk peselancar pemula karena ombaknya tidak terlalu tinggi. Bahkan pantai yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ini tidak memiliki terumbu karang di sepanjang garis pantainya.

Pesona Pantai Pulau Merah tak berhenti di ombaknya saja, tapi juga dikenal karena sebuah bukit hijau kecil dengan tanah berwarna merah yang terletak di dekat bibir pantai.

Bukit ini dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut surut. Ditambah lagi, suasana eksotis dan romantis di Pantai Pulau Merah makin terasa saat matahari perlahan menghilang di garis cakrawala.

Lihat juga:

5 Kawasan Asyik Staycation #DiIndonesiaAja


Petualangan Alam Banyuwangi

Jika berselancar di pantai sudah menjadi tantangan yang biasa, Anda bisa mencoba tantangan yang lebih memacu adrenalin di Pulau Tabuhan. Pulau Tabuhan terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Untuk menuju ke sana, Anda harus menempuh jalur air sekitar 20 kilometer dari kota Banyuwangi. Selain terkenal dengan pasir putihnya yang sangat lembut, Pulau Tabuhan menghadirkan sensasi petualangan selancar layang dan selancar angin yang mengasyikkan dan patut dicoba.

Kembali ke Kota Banyuwangi, wisatawan bisa merasakan sensasi petualangan sejati di beberapa taman nasional di sana. Pertama, Anda bisa mencoba jelajah alam dengan beragam jenis flora dan binatang liar yang bebas berkeliaran di cagar Taman Nasional Taman Alas Purwo.

Sebagai kawasan konservasi tertua di Pulau Jawa, Anda bisa menjadikan Alas Purwo sebagai pilihan pertama untuk menjelajahi keelokan alam Banyuwangi.

Selanjutnya, juga bisa menelusuri sabana menuju Taman Nasional Baluran, tempat tinggal macan tutul, banteng, kancil, burung merak, elang, kera, dan satwa lainnya.

Jika Anda mencari tempat yang cukup unik, Green Bay atau Sarongan Pesanggaran bisa jadi rekomendasi tujuan selanjutnya.

Saat mengunjungi tempat ini, Anda akan disambut hijaunya bentangan pantai yang air lautnya akan berubah menjadi biru karena air mengalir lebih jauh dari garis pantai.

wisata banyuwangi, dok kemenparFoto: dok kemenpar
Wisata Green Bay, Banyuwangi, Jawa Timur

Namun sebelum mengunjungi tempat tersebut di masa adaptasi kebiasaan baru, jadilah wisatawan yang bijak dengan berpartisipasi mendukung pariwisata nasional, menjaga kebersihan, menghormati masyarakat setempat, serta mematuhi protokol kesehatan.

Klik di sini untuk inspirasi destinasi wisata #DiIndonesiaAja lainnya.

(fef)

[Gambas:Video ]

Next Post

Masuk Area Darurat Corona, Taj Mahal Berencana Dibuka Kembali

Jakarta, Indonesia — Objek wisata paling populer di India, Taj Mahal, akan dibuka kembali setelah ditutup lebih dari enam bulan, kata para pejabat pada Selasa (8/9), meski negara itu tengah berjuang melawan lonjakan infeksi virus corona. India, rumah bagi 1,3 juta jiwa, pada hari Senin (7/9) menggeser posisi Brasil untuk […]