4 Pedagang dan Pengunjung Pasar Anyar Bogor Reaktif Corona

Farah

4 Pedagang dan Pengunjung Pasar Anyar Bogor Reaktif Corona

Jakarta, Indonesia — Empat dari 131 pedagang dan pengunjung Pasar Anyar Kota Bogor dinyatakan reaktif terhadap virus corona (covid-19) berdasarkan hasil rapid test atau pemeriksaan massal yang dilaksanakan secara acak, Senin (18/5) sore.

“Dari 131 yang kita periksa, empat orang reaktif covid-19, tapi kita swab dulu hasilnya,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno saat dihubungi Indonesia.com, Selasa (19/5).

Istilah reaktif dan nonreaktif digunakan pada pemeriksaan rapid test karena prinsip pemeriksaan ini melihat reaksi yang ditimbulkan antara antigen dan antibodi.

Antigen pada kaset rapid test akan menimbulkan reaksi bila bertemu dengan antibodi dalam spesimen darah yang diteteskan pada kaset dan reaksi tersebut dapat dilihat dari warna pita yang muncul.

Pasien reaktif belum tentu terinfeksi dan sebaliknya non reaktif bukan berarti pasien bebas dari kemungkinan infeksi. Sehingga hasil ini perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kemungkinan infeksi.

Dua orang pedagang dan dua pengunjung yang terindikasi covid-19 tersebut telah dipulangkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebelum kembali dipanggil untuk melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) swab.

“Untuk jadwal pemeriksaan swab PCR besok,” kata dia.

Lihat juga:

Warga Bogor Berdesakan di Pasar Anyar, Bima Arya Tutup Kios

Kendati demikian, Sri Nowo menyebut Pasar Anyar belum bisa dikatakan klaster penyebaran covid-19 baru sebelum ditemukan kasus positif yang valid melalui pemeriksaan PCR swab.

Untuk itu, Dinkes bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan lebih memperbanyak tes massal corona khususnya di kawasan yang diprediksi padat pengunjung menjelang lebaran Idul Fitri seperti Pasar di Kota Bogor.

“Kalau lebih dari dua atau tiga minimal yang positif covid-19, terkait riwayat, kronologi dan tempat yang sama baru bisa disebut cluster Pasar Anyar,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut menyayangkan kejadian warga berkerumun di Pasar Anyar Minggu (17/5) lalu. Menurutnya keramaian pengunjung disebabkan euforia warga menjelang lebaran usai cair Tunjangan Hari Raya (THR).

Lihat juga:

Jokowi Akui Siapkan Skenario Pelonggaran PSBB

Kini, pihaknya telah menutup satu akses jalan lintasan kereta yang sering dipadati pengunjung sekaligus mengantisipasi kecelakaan kereta api.

“Kemarin kita sudah lakukan dua hal, rekayasa lalu lintas, yaitu jalan MA Salmun menuju Dewi Sartika kita tutup, jalan yang kemarin macet viral itu, karena itu jalan tidak resmi,” kata Dedie.

Selain menutup jalan, Pemkot Bogor juga menutup lapak pedagang kaki lima yang kerap memadati area tepi jalan sehingga membuat kemacetan tidak dapat dicegah.

Merespons temuan keramaian kawasan Pasar di tengah pandemi covid-19, Dedie menyatakan akan lebih sering melakukan operasi dan imbauan kepada warga untuk bekerja sama memutus rantai penyebaran covid-19 dengan tetap di rumah saja.

Ia tidak ingin kecolongan lagi dengan aktivitas warga yang beresiko membuat klaster baru penyebaran covid-19 di Kota Bogor.

“Ada Pasar Anyar, Pasar Kota Bogor, Gembrong, Gunung batu, nanti akan ada beberapa jadwal yang kita sampaikan,” ujarnya. (khr/gil)

[Gambas:Video ]

Next Post

Menag Buka Opsi Tak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini

Jakarta, Indonesia — Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi membuka kemungkinan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji asal Indonesia jika kunjung tak ada kabar dari Kerajaan Arab Saudi hingga 20 Mei. Nasib penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi tanda tanya usai pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih lagi pada akhir Februari lalu Saudi […]