3 Alasan Conor McGregor Sulit Bertarung di UFC

Farah

3 Alasan Conor McGregor Sulit Bertarung di UFC

Jakarta, Indonesia — Conor McGregor mengaku ingin melahap banyak pertandingan di UFC pada 2020. Namun sejauh ini ia baru melakoni satu laga. Berikut alasan di balik kesulitan McGregor tampil di UFC.

Setelah menang lawan Cowboy Cerrone di bulan Januari, McGregor terus menanti jadwal berikutnya. Namun pandemi corona membuat sejumlah agenda dan rencana UFC tahun ini menjadi terganggu.

Ketika roda kompetisi UFC kembali dimulai, McGregor belum mendapat kesempatan untuk rencana pertarungan berikutnya, padahal Justin Gaethje vs Khabib Nurmagomedov sudah direncanakan di bulan September.

Berikut tiga alasan McGregor sulit dapat pertarungan di UFC saat ini:

1. McGregor Punya Daya Tarik Besar untuk Datangkan Penonton

Presiden UFC Dana White mengakui bahwa Conor McGregor punya daya tarik besar untuk mendatangkan jutaan dollar AS lewat penjualan tiket. Karena itu hal tersebut jadi salah satu penghambat belum keluarnya jadwal McGregor saat ini.

Meski ingin menjadikan UFC sebagai contoh ‘New Normal’, Dana White tetap tak mau kehilangan potensi keuntungan besar lewat kehadiran penonton pada laga yang melibatkan Conor McGregor.

LAS VEGAS, NEVADA - JANUARY 17: Welterweight fighter Conor McGregor poses on the scale during a ceremonial weigh-in for UFC 246 at Park Theater at Park MGM on January 17, 2020 in Las Vegas, Nevada. McGregor will face Donald Cerrone at UFC 246 on January 18 in Las Vegas.   Steve Marcus/Getty Images/AFPPertarungan McGregor punya nilai jual tinggi untuk mendatangkan penonton langsung ke arena pertandingan. (Steve Marcus/Getty Images/AFP)

Kasus McGregor tentu berbeda dengan UFC 249 yang memang sudah terlanjur dijadwalkan. Dalam kasus UFC 249, Dana White ingin menjadikan ajang tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap situasi krisis akibat pandemi Corona.

Conor McGregor sudah meminta jadwal pertarungan kepada UFC namun hingga saat ini Dana White belum merilis atau bahkan membicarakan kemungkinan duel yang melibatkan Conor McGregor.

2. Justin Gaethje Jadi Petarung Cadangan

Conor McGregor awalnya direncanakan bertemu Justin Gaethje. Bos UFC Dana White sudah menggambarkan skenario pemenang duel McGregor lawan Gaethje punya peluang lawan pemenang duel Khabib Nurmagomedov lawan Tony Ferguson.

Namun pada akhirnya Khabib mengundurkan diri dan Gaethje sukses mengalahkan Ferguson. Hal itu membuat McGregor tak lagi dilirik Gaethje yang sebelumnya siap melawan McGregor.

[Gambas:Video ]

Dengan peluang duel lawan Khabib terbuka, Gaethje tentu lebih memilih bersiap menjalani duel tersebut. Alhasil, Gaethje tak lagi melirik McGregor.

3. McGregor Terlempar dari Kelompok Petarung Elite

Conor McGregor saat ini tengah terlempar dari kelompok petarung elite. Namanya tidak lagi dianggap jadi nama yang menakutkan dan wajib dihadapi. Khabib Nurmagomedov menyatakan sudah tak lagi berminat rematch lawan McGregor meski berpotensi menghadirkan keuntungan besar.

Tony Ferguson sudah pernah menegaskan dia juga tak tertarik melawan McGregor, begitu pula dengan Gaethje yang baru saja menganggap McGregor sudah kehilangan pengaruh di kelas ringan.

Lihat juga:

Sudah Tua, Ronaldo Tetap Dikagumi Presiden PSG

Dengan kondisi saat ini, McGregor mungkin bisa menghadapi petarung yang baru saja kalah macam Tony Ferguson dan Dustin Poirier demi mendongkrak peringkatnya dalam daftar penantang. Ketika akhirnya ia mampu berada di peringkat pertama, maka pertarungan perebutan gelar bakal kembali didapatkannya.

Namun untuk menggelar pertarungan McGregor, Bos UFC Dana White mengaku sempat keberatan dengan alasan seperti disebut di poin pertama. (ptr/sry)

Next Post

Covid-19, Kemenkes Imbau Tak Lupakan Penyakit Zoonotik Lain

Jakarta, Indonesia — Meski Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan mengingatkan untuk tidak melupakan penyakit zoonotik yang telah ada sebelumnya. “Pekerjaan rumah kita, sebaiknya tidak melupakan kasus penyakit lain,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam webinar bersama Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik […]